Monthly : April 2015

10 Kuliner Aceh yang Harus Dicoba Wisatawan

10 Kuliner Aceh yang Harus Dicoba Wisatawan

Untuk mereka yang akan traveling ke Aceh dalam waktu dekat ini, pastikan wisata kuliner jadi agenda liburan di sana. Kuliner apa yang harus dicoba? Ini dia 10 makanan populer di Negeri Serambi Makkah.

"Ka leuh pajoh bu?"

Jangan kaget kalau bertemu orang-orang di Banda Aceh dan ditanya seperti itu. 'Ka leuh pajoh bu?' atau 'Sudah makan nasi?' adalah sapaan khas yang menunjukkan keramahan masyarakat di Aceh. Kalimat itu juga merupakan salah satu cara 'Pemulia Jamee' atau memuliakan tamu bagi orang Aceh.

Orang Aceh pencinta makanan, bisa dilihat dengan banyaknya jumlah tempat makan atau restoran. Mulai dari restoran yang ber-AC hingga ke kaki lima. Semua makanan yang ditawarkan menggugah selera.

Makanan Aceh merupakan perpaduan berbagai kebudayaan seperti Arab, India, Siam, Spanyol, China hingga Belanda. Namun yang paling banyak mempengaruhi adalah masakan Arab dan India yang menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah.

Orang Aceh sangat menghargai makanan, sehingga makanan pun digarap dengan serius. Tidak jarang pula ditemui orang yang makan hingga keringetan. Belum sah rasanya ke Banda Aceh sebelum mencicipi makanan khas yang ada disana. Inilah 10 makanan Lokal yang digemari:

 

  1. Ayam Tangkap

Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah dan bumbu, seperti daun temurui, bawang merah, bawang putih dan cabai hijau. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat. Harga per paketnya Rp 60.000 per ekor. Biasa untuk 4-5 orang. Bisa di dapat di RM Aceh Rayeuk, RM Cut Dek dan RM Hasan.

 

  1. Mie Aceh

Mie yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang menggugah selera makan. Biasa ditawarkan dengan berbagai macam isi seperti kepiting, cumi-cumi, udang atau jamur. Harga per porsinya mulai Rp 12.000 per piring. Bisa didapat di RM Mie Razali, Yellow Cafe, REX, Coffee Bay dan masih banyak lagi.

 

  1. Gule Plik U

Berbagai jenis sayuran segar yang dicampur dan dimasak dengan bumbu khusus. Plik U adalah kelapa yang sudah difermentasi. Harga per piringnya Rp 8.000. Bisa didapat di RM Aceh Rayeuk, RM Ujung Batee dan rumah makan Aceh lainnya.

 

  1. Gule Kambing

Daging kambing yang empuk dimasak dengan potongan nangka muda. Memiliki rasa yang unik dan menggugah selera. Biasa disajikan dengan minuman timun serut (I Boh Timon).

Air timun ini juga berfungsi sebagai penetralisir agar tidak terjadi darah tinggi. Harga mulai Rp 12.000 per porsi. Bisa ditemukan di RM Aceh Rayeuk, RM Hasan, RM Aceh Spesifik, RM Nasi Kambing, dll.

 

  1. Daging Masak Putih (Sie Reboh Puteh)

Daging sapi yang direbus dengan santan dan bumbu lainnya ini memiliki rasa yang unik. Selain dagingnya yang empuk, rasa manis membuat makanan ini digemari anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai masakan yang pedas dan asin.

Sekali mencobanya bisa bikin ketagihan. Bisa ditemukan di RM Aceh Rayeuk dan rumah makan yang menjual masakan Aceh lainnya. Harga dimulai Rp 8.000/porsi.

 

  1. Martabak Telur Aceh

Martabak ini terbuat dari tepung terigu yang ditutui dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit.

Uniknya, alat masak yang digunakan berbentuk petak dan datar. Harga mulai Rp 7.000 per porsi. Bisa ditemukan di REX, Peunayong, Ulee Kareng, Helsinki, Dapu Kupi, dll.

 

  1. Roti Canai

Tepung terigu yang sudah dibentuk bulat dimasak dengan menggunakan mentega. Kemudian disajikan dengan berbagai macam rasa seperti durian, kari ayam, kari kambing, cokelat ataupun hanya gula pasir. Harga mulai Rp 8.000 per porsi. Bisa ditemukan di Canai Mamak KL, Setui.

 

  1. Ikan Kayu

Ikan kayu atau eungkot Keumamah, ini sudah terkenal sejak masa peperangan di Aceh. Ikan yang dikeringkan ini sangat nikmat bila dimasak dengan gulai Aceh.

Menariknya, ikan ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu juga makanan ini menjadi andalan orang Aceh ketika perang, enak dimakan dan tahan lama. Harga mulai Rp 20.000 per kemasan. Bisa ditemukan di toko oleh-oleh Aceh.

 

  1. Sate Matang

Sate yang terkenal karena dagingnya yang empuk, karinya yang lezat dan bumbu kacangnya yang gurih. Kita bisa merasakan kelezatannya sate ini di REX, Peunayong dengan harga Rp 20.000 per porsi.

 

  1. Bubur Kanji Rumbi

Bubur yang terbuat dari beras pulen, ditumbuk kasar yang direbus dengan campuran rempah-rempah seperti, ketumbar, lada, bawang merah, jahe, biji pala dan adas manis. Biasa disajikan dengan ayam, udang atau telur setengah matang di atasnya.

Bisa ditemukan di Bubur Jagung, Ulee Kareng mulai Rp 8.000. Masih kurang? Ayo segera ke Banda Aceh, masih banyak makanan menggiurkan di sini!

sumber : http://travel.detik.com/read/2013/10/17/153000/2229765/1025/5/10-kuliner-aceh-yang-harus-dicoba-wisatawan#menu_stop

UN Sebagai Momentum Kebangkitan

UN Sebagai Momentum Kebangkitan

ujian-nasional-smp-sma-ujian-sekolah-sd-2015

Oleh Arbai

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk tahun ini melakukan berbagai terobosan tentang model Ujian Nasional (UN). Pelaksanaan UN kali ini disesuaikan dengan merangkul perbedaan kualifikasi sekolah. Ini ditandai dengan adanya UN online atau Computer-Based Test (CBT) bagi sekolah-sekolah yang maju dan siap dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) serta didukung infrastruktur yang lengkap. Dipastikan ada 585 sekolah yang siap melaksanakan UN CBT ini. Sementara jumlah keseleluruhan sekolah yang ikut UN, 18.552 SMA/MA yang melaksanakan UN pada Senin (13/4/2015) hingga Rabu (15/4/2015) dan ada 10.362 SMK. Sedangkan untuk SMP ada 50.515 sekolah yang akan melaksanakan UN pada Senin (4/5/2015) hingga Kamis (7/5/2015).

Mengacu pada Permendikbud No.5 Tahun 2015 dan peraturan BSNP No. 0031/P/BSNP/III/2015, untuk tahun ini nilai UN bukan lagi penentu kelulusan dan dapat diulang lewat ujian perbaikan pada tahun berikutnya. Bahkan mulai tahun depan (2016), kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan capaian siswa pada seluruh mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama duduk di bangku sekolah. Selain itu, nantinya, UN juga dapat ditempuh beberapa kali dan wajib diambil minimal satu kali oleh siswa.

Beragam perbaikan tentang UN ini patut diapresiasi, sebab selama ini UN selalu menjadi perdebatan. Kemudian pihak Kemendikbud juga melakukan berbagai revisi di antaranya peningkatan mutu soal yang membawa siswa berpikir mendalam deep learning melalui soal-soal kontekstual, yang disertai survei dan kuisioner untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada keberhasilan siswa. Dan bentuk Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) lebih lengkap dalam mengambarkan capaian kompetensi siswa.

Babak baru UN
Lalu, inilah momentum untuk memasuki babak baru UN dalam dunia pendidikan dengan menerapkan sistem yang tak lagi bersifat penyeragaman dan sekaligus mengaplikasikan kemajuan teknologi dan informasi (TI). Pelaksanaan UN Online untuk 585 ini merupakan sebuah perubahan besar sistem UN yang selama ini dilakukan secara manual. Yaitu dengan 20 variasi soal yang dicetak pada kertas, kemudian siswa menjawab menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK). Selanjutnya LJK tersebut akan melewati alur pemeriksaan yang panjang, sehingga hasil UN baru bisa diketahui setelah menunggu dalam waktu yang tidak sebentar.

Konversi sistem manual menuju sistem yang terkomputerisasi ini tentu saja akan membutuhkan banyak biaya dan waktu. Wajar jika penerapannya baru bisa dilaksanakan dan direkomendasikan untuk beberapa sekolah yang telah siap secara infrastruktur. Karena diperlukan sebuah perencanaan yang matang, perhitungan yang tepat serta kemananan sistem yang handal untuk perubahan ini.

Keberanian kemendikbud menerapakan TI dalam UN ini merupakan sebuah terobosan untuk sebuah kemajuan pendidikan. Pembaruan model UN menandakan pemerintah menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan zaman dan diberlakukan proporsional, kontekstual sesuai dengan kemajuan daerah. UN CBT diharapkan mengubah kebijakan yang lebih luas dalam penyediaan fasilitas sekolah di masa mendatang. Dan daerah-daerah yang saat ini belum siap CBT, ikut terangsang dan mau berpacu dan melengkapi infrastruktur TI.

Pun yang patut diperhatikan dalam UN CBT, jagan sampai menjadikan siswa sebagai korban. Sebab tidak tertutup berbagai kemungkinan terjadinya berbagai kendala yang berakibat langsung pada siswa. UN online sangat dibatasi oleh waktu dan tergantung pada akses jaringan. Kemudian yang harus menjadi perhatian juga dalam perubahan sistem UN ini adalah para stakeholders yang terlibat di dalamnya, terutama guru dan siswa.

Adanya perubahan dari sistem lama ke sistem baru guru dan siswa dihadapkan pada suatu transisi yang membutuhkan penyesuaian dan kesiapan baik secara teknis, psikologis dan kultural. Dalam hal teknis, kesiapan sekolah dalam menyediakan semua fasilitas untuk siswa khususnya perangkat keras, perangkat jaringan dan juga koneksi internet yang handal serta ketersediaan listrik. Sementara kesiapan software berikut kehandalan serta jaminan keamanan dari serangan virus maupun hacker juga harus menjadi pertimbangan berikutnya. Jangan sampai kebocoran soal serta kevalidan yang digembor-gemborkan pada UN online menjadi sia-sia gara-gara kegagalan pada sistem keamanannya.

Menguasai TIK
Secara psikologis berkaitan dengan mental guru. Guru sebagai tenaga pengawas ataupun sebagai operator dituntut untuk mahir serta menguasai teknologi informasi komputer (TIK). Sebab jika pengawasnya sendiri tidak mahir, ketika siswa yang sedang mengalami kendala dalam mengakses soal, pengawas dapat memberikan jalan keluar atau solusi yang tepat. Beragam pengalaman dalam pelaksanaan ujian online sebelumnya bisa dijadikan sebagai pengalaman. Sebut saja misalnya Ujian Kompetensi Guru (UKG) beberapa tahun lalu yang banyak kendala. Akibat lemahnya antisipasi, kejadian seperti itu tidak boleh terulang dalam UN online kali ini.

Lalu secara kultural, UN online memang sesuai dengan kebiasaan (habit) dan karakter siswa saat ini. Mereka lahir rata-rata 1980 ke atas yang merupakan digital native, Marc Prensky (2001) menenkankan bahwa ciri digital native satu diantaranya kesehariannya selalu bersinggungan dengan internet dan beragam TI dalam berinteraksi. Oleh sebab itu sudah semestinya sekolah dan guru juga menyesuaikan dengan karakter siswa. Tak perlu berpandangan negatif pada penerapan TI. TI bukanlah musuh (enemy). Sudah selayaknya pula kultur sekolah menyesuaikan dengan tuntutan dan karakter siswa. Oleh sebab itu, UN online memang sebuah keniscayaan untuk masa depan. Seperti direncanakan kemendikbud pada tahun ajaran 2019/2020 semua sekolah dapat melaksanakan UN secara online.

Akhir kata, hasil UN baik manual maupun CBT selayaknya dijadikan sebagai alat deteksi kesenjangan pendidikan antar provinsi atau daerah dan sebagai pertimbangan siswa untuk masuk seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga sepatutnya hasil UN memberi informasi detail dan menyeluruh atas capaian kompetensi siswa. Dengan demikian, para guru dan pengajar diharapkan terdorong terus melakukan penguasaan dan peningkatan kompetensi diri agar siswanya termotivasi untuk belajar sungguh-sungguh dan menyukai proses belajar. Dan harapannya UN tidak akan menjadi momok yang menakutkan lagi bagi siswa, guru, dan orang tua. Semoga!

* Arbai, Guru SMPN 1 Kluet Timur, Aceh Selatan. Alumnus MM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Email: bai_arbai@yahoo.com

Ferry Mursyidan Baldan – Tokoh Muda yang Menjabat Menteri Agraria

Ferry Mursyidan Baldan – Tokoh Muda yang Menjabat Menteri Agraria

Ferry Mursyidan Baldan
Ferry Mursyidan Baldan, adalah salah satu nama Menteri yang ikut dalam jajaran kabinet kerja Jokowi dan Jusuf Kalla. Seperti yang lainnya, Ferry juga dilantik oleh mantan Gubenur Jakarta, Joko Widodo pada tanggal 26 Oktober 2014 lalu. Saat ini beliau menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertahanan Nasional ke-1. Pastinya banyak dari kita yang ingin tahu siapa Ferry Mursidan bukan? Oleh karena itu, simak informasi tentang Biografi Ferry Mursyidan Baldan berikut ini.Biografi Ferry Mursyidan Baldan akan dimulai dari mengenal siapa sosok Menteri Agraria dan Tata Ruang tersebut. Ferry Mursyidan , lahir di Jakarta pada 16 Juni 1961, anak kedua dari empat bersaudara, putra pasangan Bapak Baldan Nyak Oepin Arif dan Ibu Syarifah Fatimah yang berasal dari Aceh Barat Daya. Ferry memiliki seorang istri yang bernama Hanifah Husein. Sebelum Jokowi mengangkatnya sebagai seorang Menteri di jajaran kabinet kerjanya, Ferry adalah seorang yang berprofesi sebagai seorang CEO PT. Telkom Indonesia.

Untuk mengenal lebih dekat seorang Menteri Agraria, tentang jatidirinya, tentu pelu mempelajari riwayat pendidikan, pengalamannya dalam organisasi sosial dan politik serta karir politiknya. Biografi Ferry Mursyidan Baldan selanjutnya riwayat pendidikan dari seorang Ferry Mursyidan yang memulai pendidikan dari SD Slipi Jakarta. Kemudian, melanjutkan studi ke SMP Al-Azhar Jakarta. Setelah lulus SMP pada tahun 1976, Ferry melanjutkan sekolah ke SMA Negeri IX Jakarta (belakangan berubah menjadi SMA Negeri 70). Kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung.

Selain itu, pengalaman organisasi dan politik seorang Ferry Mursyidan yang semasa kecil bercita-cita menjadi pilot itu cukup banyak. Sejak mahasiswa sudah tercatat sebagai aktivis. Giat di organisasi intra kampus. Ferry juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menjadi peneliti di Lembaga Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Ferry sudah aktif di parlemen sejak 1992, sebagai utusan Golongan MPR RI (1992-1997). Ferry juga pernah menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Menjadi Ketua atau Wakil Panitia Khusus (Pansus) RUU Otonomi Daerah Aceh dan Provinsi Papua. Menjadi Wakil Ketua Pansus RUU pemilihan umum dan pemilihan presiden (2003), menjadi Ketua Pansus RUU Penmerintahan Aceh (2006). Ketua Ikatan Alumni UNPAD periode 2008-2012. Ferry pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pemuda di DPP Partai Golongan Karya dan terakhir sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Partai Nasdem pada tahun 2010. Jadi tak heran, jika Bapak Joko Widodo (Jokowi) dan Bapak Jusuf Kala (JK) menjadikannya sebagai salah seorang Menteri di Kabinet Kerja.

   Pendidikan

  • 1973 : SD Slipi Jakarta
  • 1976 : SMP Al-Azhar Jakarta
  • 1980 : SMA Negeri XI Jakarta
  • 1988 : FISIP UNPAD Bandung

   Organisasi

  • 1984–1985 : Badan Perwakilan Mahasiswa Fisip UNPAD (Anggota)
  • 1985–1986 : Senat Mahasiswa Fisip UNPAD (Ketua Umum)
  • 1998–1990 : BADKO HMI Jawa Barat (Ketua Umum)
  • 1990–1992 : PB HMI (Ketua Umum)
  • 1992-2004 : DPP Partai Golkar (Ketua Departemen Pemuda)
  • 1998–2003 : DPP AMPI (Sekretaris Jendral)
  • 2010 : Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat (Nasdem)

   Karir

  • Peneliti Lapangan Wilayah Jawa Barat–LP3ES 1989
  • Anggota MPR – RI (Utusan Golongan) 1992-1997
  • Anggota DPR-RI Komisi II (1997-2009)
  • Anggota DPR-RI Komisi II (2009-2004)
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia 2014-sekarang
Biografi Ferry Mursyidan Baldan menyuguhkan informasi tentang biodata diri, jenjang pendidikan dan jenjang karir seorang Menteri Agraria dan Tata Ruang. Semoga informasi tentang Ferry Mursyidan Baldan di atas dapat bermanfaat bagi para pembaca profilpedia.com serta dapat mengenal lebih dalam sosok Ferry Mursyidan Baldan.
Lestarikan Budaya, RRI Meulaboh Gelar Seni Budaya Aceh

Lestarikan Budaya, RRI Meulaboh Gelar Seni Budaya Aceh

 Tari-Saman

Meulaboh,BN-Guna melestarikan budaya Aceh, terutama budaya yang berasal dari pantai Barat Aceh, Radio Republik Indonesia ( RRI ) Meulaboh, gelar kegiatan seni dan budaya Aceh,sabtu (24/11)di Gampong Pasi Jambu Kecamatan Kaway XVI.

Kegiatan yang gelar, di halaman stasiun RRI Meulaboh tersebut, menampilkan beragam tarian Aceh, yakni tari Rapa*i saman, Rapa,i geleng, Ratep meusekat, Rapa?i debus, Seudati, dan tari kreasi Aceh bertema ,mumang, dan ,Hom,, tari pho, Pementasan komedi Aceh dan hikayat Aceh.

Kepala RRI LPP Meulaboh, Ahmad Bahari, kepada wartawan mengatakan, kegiatan yang dilakukan RRI tersebut, merupakan program salah satu program kegiatan RRI, sesuai dengan Visi dan Misi RRI, dimana salah satu tugas dari RRI merupakan mengembangkan dan menjadikan seni dan budaya bangsa sebagai perekat kehidupan berbangsa."Kalau kita di Aceh adalah tari- tari serta kebudayaan yang berciri khas Aceh," kata dia.

Selain itu Ahmad Bahari menambahkan, selama 4 Tahun kehadiran LPP RRI meulaboh, kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke dua kalinya dilakukan, dan kegiatan tersebut kata dia akan rutin dilakukan setiap tahunnya.

Ahmad, menilai sejak beberapa tahun terakhir, seni budaya Aceh di Aceh Barat, sudah tak lagi menggema, pelaksanaan budaya Aceh, terutama tari- tarian Aceh sudah kurang diminati dan digelar oleh masyarakat yang ada di Aceh."Jika ini di biarkan maka dikwatirkan kedepan apa yang menjadi warisan nenek monyang masyarakat Aceh bisa punah, seiring dengan terjadinya pergeseran budaya Aceh," katanya.

Wakil Bupati Aceh Barat, H.Rahmat Fitri, HD, saat mengahadiri kegiatan tersebut, kepada wartawan mengatakan, seni budaya merupakan salah satu obyek wisata yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.

Menurutnya, saat ini kondisi adat dan budaya Aceh seperti tari- tarian, terutama di Aceh Barat, sangat memprihatinkan, padahal katanya, dulu adat dan budaya Aceh, merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam syi,ar islam, dan lainnya.

Nanda menambahkan dulu Aceh Barat, sangat terkenal dengan jenis tari- tarian seperti rapa,i saman, rateb meusekat, Seudati, rapa,i geleng pernah menghantarkan Aceh Barat kepentas internasional, namun kini kian- hari kian meredup,terutama beberapa decade terakhir.

Melihat kondisi ini dia bersama Bupati Aceh Barat, H.T.Alaidinsyah, sesuai dengan visi, dan misi yang diemban, salah satunya dalam melestarikan budaya Aceh, akan bekerja semaksimal mungkin guna menghidupkan kembali, budaya Aceh, terutama khas Aceh Barat.(@rul)

sumber : http://bongkarnews.com/v1/view.php?newsid=3890

Es Boh Timon Gapu

Es Boh Timon Gapu

timun-suri

MINUMAN yang manis adalah menu yang disarankan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Minuman manis ini dibutuhkan untuk mengembalikan energi yang hilang setelah 12 jam lebih berpuasa. Salah satu minuman manis yang paling digemari saat berbuka yakni yang berhawa dingin. Bahakn bakunya bisa dikreasikan sesuai dengan selera. Paling sering ditemukan di beberapa acara buka puasa yakni es timur keruk dan es timun suri. Khusus es timun suri, banyak dipilih lantaran isinya telah mengandung hawa dingin sebelum ditambahkan es. Konon lagi bila dibubuhkan juga es batu dalam ramuan minuman ini, hmm... rasa dinginnya mengalir ke tenggorokan. Daging timun yang seperti sagu dicampur sirup manis dan es, sangatlah menyegarkan. Pada Serambi Kuliner edisi Sabtu ini, Azwani Awi menyajikan minuman yang dapat membantu Anda membuat olahan untuk menu berbuka puasa.(*)

Nikmati Kesegaran Saat Berbuka
TIMUN suri merupakan salah satu buah yang banyak muncul saat Bulan Ramadhan. Di Aceh, timun suri lebih dikenal dengan nama boh timon gapu. Artinya, buah timun kapur. Nama tersebut ditabalkan lantaran daging buah dimaksud mirip kapur dan tekstur daging buah yang lembut.

Sebagian ada yang menyebut boh timon wah. Nama ini dilabeli lantaran timun suri yang telah terlalu matang di pohon telah terbuka isinya, hingga berbentuk menganga. Itulah makanya disebut timon wah atau timun terbuka menganga.

Di bulan Ramadhan, timun suri sudah menjadi ciri khas tersendiri. Timon gapu ini memang menjadi andalan selain kurma dan buah lainnya.

Setelah puasa seharian, rasanya ketika berbuka ingin sekali menikmati minuman dingin untuk menghilangkan dahaga. Dari beragam menu minuman es yang ditawarkan, rasanya kurang lengkap bila berbuka puasa tidak ditemani oleh es buah yang satu ini.

Timun yang dikemas dalam pelepah pisang memang terbilang buah yang lunak. Selain rasanya yang segar juga sangat pas untuk minuman saat berbuka. Apalagi jika ditambahkan sedikit es tentu sangat terasa di tenggorokan.

Jika memakannya secara langsung, Anda akan disuguhkan sensasi memakan rasa tawar namun tetap segar. Apabila diramu dengan beberapa campuran bahan lainnya, rasanya akan sangat nikmat. Selain itu, terasa dingin di tenggorokan.

Salah satu menu yang sering disajikan sajian berbahan baku timun suri ini adalah minuman segar. Bisa dicampur dengan air kelapa atau santan. Bahkan, ada juga menambah gula putih. Akan tetapi, salah satu cara paling praktis yang sering ditemukan di rumah-rumah warga di Aceh, dengan mencampuri sirup manis plus es. Rasanya, hmmm... sangat nikmat dan dingin di dalam tubuh.

Selama Ramadhan, bahan bakunya mudah ditemukan di pinggir jalan dan pasar tradisional. Harganya pun sangat terjangkau, sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per buah--tergantung ukuran.

Ya, es buah timun suri yang satu ini, selain rasanya segar dan lezat, juga cara membuatnya yang terhitung mudah. Anda juga bisa mengolaborasikan menu boh timon gapu dengan resep lainnya untuk sajian buka puasa di rumah. Mau coba?? (*)

RESEP
Bahan
- Timun suri 250 gr yang sudah dikeruk dagingnya.
- Air kelapa muda 1 buah dan isinya.
- Agar-agar jelly rasa buah 200 gr yang dipotong dadu.
- Sirup, rasa coco pandan atau sesuai selera secukupnya.
- Air putih matang 1 liter.
- Es batu secukupnya.

Cara Membuat
- Siapkan satu baskom atau tempat penyajian.
- Masukkan potongan timun suri.
- Tambahkan kelapa muda dan isinya.
- Masukkan agar-agar jelly.
- Tuang tiga sirup secukupnya.
- Aduk hingga rata.
- Tambahkan es batu.
- Es timun suri siap disajikan.

sumber : http://aceh.tribunnews.com/2014/07/26/es-boh-timon-gapu?page=1

HIKAYAT ACEH SULTAN ISKANDAR MUDA (RAJA ACEH) DEUNGON RAJA JOHOR, RAJA MALAKA, RAJA ASAHAN, DAN PUTROE PAHANG

HIKAYAT ACEH SULTAN ISKANDAR MUDA (RAJA ACEH) DEUNGON RAJA JOHOR, RAJA MALAKA, RAJA ASAHAN, DAN PUTROE PAHANG

 Pengarang: Cek Wandy

SULTAN ISKANDAR MUDA

Assalamu'alaikum, kaum keurabah
Saleum siulah, lon bagi rata
Ulon meujangeun, di dalam kisah
Meuheut sileumpah, meutuleh rika

Siseun dua seun, kata lon olah
Walau pih susah, teutap lon coba
Sapue bek neukheun, rakan meutuwah
Walau hana pah, meu ato kata

Saboh hikayat, akan lon kisah
Masa seujarah, Iskandar Muda
Ata jameun that, meuhat lon papah
Bek gadoh marwah, pembela bangsa

Mula phon that-that, haba lon peugah
Raja yang meugah, dua saudara
Di johor teumpat, mula phon kisah
Raja yang gagah, awak nyan dua

Phon RAJA RADEN, nama yang meugah
Pemuda gagah, cukop setia
RAJA SI UJUT, pih saban gagah
Ureung sep juwah, keujam that raya

Nibak siuroe, Raja yang gagah
Kalheuh dipeupah, saboh reuncana
Raja dua droe, yang jithe meugah
Ngon aneuk buah, beuhô leumpah na

Negeri pahang, di keuneuk jajah
Putroe yang ceudah, sasaran raja
Meunyoe bit pahang, teubukti kalah
Putroe yang ceudah, keu raden sigra

Meunan keuh janji, si ujut peugah
Jadeh meunikah, awak nyan dua
Langsong terjadi, prang yang that parah
Rot laot luwah, di bagi teuntra

Ladom rot darat, pasukan gagah
Dikupong luwah, deungon senjata
Prang pih dahsyat, gawat sileumpah
Pahang ka kalah, hana le daya

Di putroe pahang, diculek bagah
Laju diseurah, pada sang raja
Lheuh nyan jiriwang, deungon meuriah
U johor arah, bak asai mula

'Oh troh u Johor, raja yang gagah
Janji meu ubah, sidroe sang raja
Raja si Ujut, haba jibantah
Putroe phang ceudah, hanjeut meucuca

Keu Raja Raden, hanjeut ta seurah
Cocok sileumpah, kamoe nyoe dua
Harus ngon Ujut, putroe meunikah
Meunan dipeugah, akhe calitra

Dawa bin dawa, raja meutuwah
Hana meungalah, meusidroe raja
Sampoe jak mita, putusan yang pah
Supaya jeulah, bek jeut keudawa

Langsong u Acheh, jibeu'ôt langkah
Raja yang gagah, dua saudara
Karna di Acheh, raja that meugah
Adil sileumpah, akhlak mulia

Laju beurangkat, rot laot luwah
Ngon aneuk buah, ikot seureuta
Diputroe Pahang, hana dikubah
Jiba ngon gagah, ikot ngon raja

Menuju Acheh, seuramoe Mekkah
Langsong di singgah, u pulo ruja
'Oh troh u Acheh, raja meutuwah
Geusambot bagah, le sultan raja

Di Raja Acheh, seunang sileumpah
Katroh meulangkah, dua droe raja
Deungon tujuan, jak proh masalah
Kiban keuh yang pah, meunurot raja

Abeh calitra, mandum masalah
Putusan yang pah, lhee uroe masa
Na sidroe mentri, haba geupeugah
Ngon raja gagah, dua saudara

Saboh tawaran, keu raja gagah
Langsong geupeugah, tanpa na paksa
Agama Islam, yue tamong bagah
cocok sileumpah, man dua raja

Raja si Ujut, laju jibantah
Yang mentri peugah, hana jisuka
Seudangkan raden, langsong jipeugah
Seumike yang pah, peureule masa

Lhee uroe lheuh nyan, sultan peujeulah
Putusan yang pah, keu dua raja
Nyan putroe pahang, keu raden jatah
Cocok sileumpah, awak nyan dua

Akhe awak nyan, hate meu ubah
Jitamong bagah, islam mandua
Teuma si ujut, ka jiek darah
Jiteuka marah, luar biasa

Han jiteurimong, yang sultan peugah
Bit keubit icah, keu sultan raja
Keudeuh u Johor, jiriwang bagah
Ngon mata mirah, that masam muka

Sabe si Ujut, mita masalah
Beungeh sileumpah, keu sultan raja
Akhe buet Raden, putroe geuserah
Keuraja gagah, iskandar muda

'Oh lheuh nyan teuma, laju meunikah
Putroe yang ceudah, ka deungon raja
Raden pih sama, langsong meunikah
Cukop meriah, hate gembira

Ngon adek Sultan, Raden meunikah
Lagak sileumpah, putri ti jeumpa
Raja si Ujut, meutamah marah
Dendam meutambah, keu sultan raja

Ujut beurangkat, ngon hate marah
Ngon kapai gagah, armada raya
Langsong menghadap, ngon sultan gagah
Si ujut singgah, di pulo ruja

Di Raja Acheh, sambot le bagah
Si Ujut langkah, deungon armada
Dendam si Ujut, han jeut dikubah
Rata daerah, karu di mita

Ureung dirampok, rakyat tan salah
Rata wilayah, peugot peukara
Soe yang direumpok, barang jirupah
Keujam sileumpah, lage nyan cara

Di raja acheh, teuka geulisah
Ngon hate tabah, teutap meusaba
Bak raja raden, sultan geupeugah
Raden meutuwah, geuyue jak gisa

Balek u Johor, laju le bagah
Mangat masalah, bek jeut keuraya
Di raja raden, langsong meu bantah
Han ji bôt langkah, untuk jak gisa

Karna di Acheh, ureung tan juwah
Galak that leumpah, tinggai ngon raja
Lom pih di sinoe, Raden meunikah
Seunang sileumpah, hate gembira

Raja si Ujut, meutamah marah
Kajiek darah, meutamah teuga
Nyan gampong london, jitôt le bagah
Ngon apui mirah, ngon ube raya

Rakyat dirampok, barang dirupah
Hana dikubah, mandum diraba
Lheuh nyan si ujut, jiriwang bagah
Golom sit puwah, di dalam dada

'Oh troh u johor, laen jiolah
Siap peukakah, alat seunjata
Siap alat prang, ngon aneuk buah
Acheh neuk jajah, lam seketika

Eungkot tangiroe, lam riyeuk bicah
Eungkot khan gapah, di mieng kuala
Pakhok lon gantoe, buhue lon ubah
Supaya jeulah, ujong calitra

'Oh ban geutupue, ka uleh sultan
Muka ka masam, beungeh pih teuka
Langsong meupakat, raden ngon sultan
untuk menghadang, raja bahaya

Mandum di rakyat, peusapat rijang
Peugot alat prang, ngon kapai raya
Kaye raya that, kadeuh teupampang
Ci olah rijang, peugot armada

Lapan beuleun ka, wate berjalan
Seulusoe rijang, peugot armada
Kon saboh dua, kapai di sultan
Siribe macam, geu ilah daya

Kapai nyan teuma, untuk jak meuprang
Deungon pasukan, si ujut raja
Nyan CAKRA DONYA, nama gelaran
Yang dinamakan, ka oleh raja

Mandum daerah, jak kirem peusan
Surat geulayang, le sultan raja
Siap beubagah, mandum pasukan
Untuk jak meuprang, katroh bak masa

Teuma di suót, le putroe pahang
Keupada sultan, iskandar muda
Sigohlom neulanjot, nibak tujuan
Keu panglima prang, neupileh sigra

Lheuh nyan teuma lom, di putroe pahang
Haba di peusan, bak sultan raja
Meunyoe neu lewat, nanggroe asahan
Bek su meryam, sinan bahaya

'Oh kalheuh putroe, jibi ngon saran
Beurangkat sultan, ngon mandum teuntra
Rot jalur darat, beurangkat sultan
Geu èk kapai prang, nibak kuala

Di jambu aye, geu ek di sultan
Deungon pasukan, siap seunjata
Langsong u pidie, bak phon sasaran
Geupiyoh rijang, di sultan raja

Panglima pidie, deungan pasukan
Menghadap sultan, lam seketika
Panglima pidie, siap kapai prang
meugabong rijang, ngon kapai cakra

Langsong beurangkat, laju lom sultan
Deungon pasukan, ube-be yang na
Troh u meureudu, geupiyoh rijang
Menghadap sultan, japakeh nama

Nibak japakeh, geu ceritakan
Bahwa di sultan, kana rencana
Ngon nanggroe johor, rencana meuprang
Kiban pakiban, jinoe hai teuma

Suót japakeh, bereh that sultan
Diulon tuan, seutuju teuma
Siap di ulon, deungon pasukan
meugabong rijang, ngon cakra donya

Langsong beurangkat, laju lom sultan
Jak cok pasukan, di samalanga
Mandum meusapat, rakyat ikotan
Meugabong rijang, rakyat ubena

Sambong laju lom, lam perjalanan
'Oh troh peusangan, piyoh lom sigra
Lheuh musyawarah, sultan di sinan
Teuntra peusangan, ikot seureuta

Ka dua uroe, sultan di sinan
'Oh lheuh nyan teuman, beurangkat raja
U jambu aye, gabong rombongan
Saweub di sinan, kasiap teuntra

Sigohlom beurangkat, mandum pasukan
taktik dalam prang, atô reuncana
Geupeuduk rapat, ka uleh sultan
Masalah muprang, yang terutama

Panglima pidie, geubi ngon saran
Keupada sultan, iskandar muda
Cocok sileumpah, keu panglima prang
Nyan MALEM DAGANG, hai tuanku raja

Dari meureudu, gopnyan troh datang
Taktik dalam prang, lam ule kana
Langsong seutuju, laju di sultan
Nyô MALEM DAGANG, jeut keupanglima

PANGLIMA PIDIE, raja tentukan
Ngon RADEN saban, cocok leumpahna
Jeut keupeudampeng, nyan malem dagang
Bantu dalam prang, atô reuncana

Teuma JAPAKEH, peunasehat prang
Cocok that rumbang, jeut keu ulama
Kabeh sang bereh, lam peulantikan
Japakeh rijang, membaca doa

Doa seulamat, yang geu bacakan
Mudah-mudahan, bekna sapeuna
'Oh lheuh nyan teuma, mandum pasukan
Meusapat rijang, lam CAKRA DONYA

Di sultan raja, ngon putroe pahang
Geu ek ngon rijang, lam cakra donya
Langsong beurangkat, mandum pasukan
Arah tujuan, u timu teuma

'Oh troh armada, teumpat asahan
Teuingat sultan, sinoe bahaya
Teuingat haba, dari putroe phang
Bek su meryam, deungon seunjata

Teuma di raja, neuk eu buktian
Haba putroe phang, meuneuk peunyata
Langsong di teuntra, peulheuh meryam
Amanah SULTAN, ISKANDAR MUDA

Laju jimusu, bunyi letupan
Deungon balasan, cukop that raya
Teuma geupiyoh, siat di sultan
Kapai geulansam, deungon igoe sa

Langsong troh laju, teuntra asahan
Menghadap rijang, nibak armada
Teuma di tanyong, maksud troh datang
Puetra tujuan, keunoe neu teuka

Sigra geujaweub, le malem dagang
Kamoe meuneuk prang, raja bahaya
Ngon raja johor, kamoe neuk lawan
Nyan keuh tujuan, rôt noe meuteuka

Dijaweub laju, teuntra asahan
Kamoe neuk lawan, uji teunaga
Ngon teuntra acheh, neuk tes kuatan
Siap kamoe prang, ubena teuntra

Langsong meupakat, laju le sultan
Ngon malem dagang, sidroe panglima
'Oh lheuh meupakat, siap untuk prang
RAJA ASAHAN, meulawan teuma

Langsong mulai, dari asahan
Ditembak rijang, pue-pue yang na
Seurangan jibi, meumacam-macam
Sampe karap lham, nyan CAKRA DONYA

Rombongan ACHEH, deungon pasukan
Balah tembakan, deungon seunjata
Prang yang that dahsyat, ACHEH-ASAHAN
Ngon pertempuran, luar biasa

Langsong JAPAKEH, geubi ngon saran
Keu MALEM DAGANG, ngon cara-cara
Pasukan ACHEH, mendarat rijang
Ngon panglima prang, laju le sigra

Bak bineh pante, sare jimuprang
Dahsyat hana ban, luar biasa
Disurot laju le, teuntra asahan
Benteng bertahan, laju jimita

Ka siploh uroe, lam pertempuran
Taloe asahan, jiplueng meutaga
Lhee droe pimpinan, panglima muprang
Direubot rijang, istana raja

Permaisuri raja, teuma di tahan
ji peu ek sajan, dalam armada
Ngat ji meunyerah, raja asahan
Putroe tersayang, hana meuhoka

'Oh teuntra acheh, dalam kapai prang
Raja asahan, barô jigisa
'Oh ban jiteupue, ratu di tahan
Seudih hana ban, hate di raja

Na sidroe mentri, jibi ngon saran
Raja asahan, meunyerah sigra
Jak lake ampon, nyan kesalahan
Ateuh tindakan, ubena yang ka

Bak raja acheh, menghadap rijang
Buah-buahan, bek tuwoe neuba
Langsong beurangkat, raja asahan
Ngon mentri sajan, menghadap raja

U ateuh kapai, menuju rijang
Menghadap sultan, meuah dipinta
Meunyerah kalah, raja asahan
Han le meu ulang, lage yang ka ka

Di raja acheh, meurasa sayang
Ratu geupulang, keupada raja
Langsong dijaweub, keupada sultan
Teuntra asahan, neuk bersaudara

Siap dikamoe, teuntra asahan
Meutamong islam, man mandum teuntra
Teuma hai jinoe, lanjut lom sultan
U johor rijang, deungon armada

Panglima pidie, pimpinan meuprang
Meusapat rijang, ngon raden sigra
Teuma japakeh, ngon malem dagang
Nyan diasahan, le sementara

Na padum uroe, kapai berjalan
Troh lah sultan, dijohor tiba
Kuala johor, geupiyoh sultan
Peulheuh meryam, arah udara

Akan teutapi, sunyi hana ban
Hana balasan, keutanda-tanda
Raja si ujut, nibak masa nyan
Mita bantuan, di dalam guha

Karna si ujut, deungon tujuan
Jineuk jak seurang, acheh mulia
'Oh ban jitupue, acheh troh datang
Beungeh hana ban, si ujut raja

Diteumpat guha, bagah diriwang
Dikeupong rijang, ubena teuntra
Laot ngon darat, kana pasukan
Siap menyerang, ngon sultan raja

Teuma 'oh lheuh nyan, di malem dagang
Deungon pasukan, beurangkat sigra
Langsong beurangkat, dari asahan
Deungon kapai prang, mandum armada

Dilaot banang, meureumpok rijang
Deungon pasukan, si ujut raja
Teuma disinan, awaknyan meuprang
Ngon pertempuran, luar biasa

Langsong ji bithe, keupada sultan
Bahwa kana prang, di laot raya
Dilaot banang, teungoh diseurang
Dahsyat hana ban, seurangan teuka

Beurangkat teuma, laju di sultan
Deungon pasukan, ubena teuntra
Meutamah seru, lam pertempuran
Mandum ji meuprang, deungon seunjata

Teuma di Acheh, karap taloe prang
Hana le imbang, pasukan teuntra
Laju japakeh, meulake rijang
Bak sidroe TUHAN, doa geupinta

'Oh lheuh meudoa, ka nibak TUHAN
Seumangat rijang, geubi keuraja
Man lhee panglima, seumangat datang
Hingga dalam prang, imbang lom teuka

Kana sibeuleun, lam pertempuran
Taloe ngon meunang, golom na tanda
Panglima pidie, nibak simalam
lumpoe troh datang, lam seketika

Sang-sang lam lumpoe, nibak malam nyan
ulon berenang, lam laot raya
Lheuh nyan sang hanyôt, dalam geulumbang
Laju tenggelam, hana muhoka

Nibak japakeh, geupeugah rijang
Seudeh hana ban, geu deungoe haba
Karna japakeh, cuba artikan
Karap troh datang, ajal jiteuka

'Oh wate singoh, teungoh dalam prang
Dikapai lawan, dirapat sigra
Panglima pidie, keunong tembakan
Nyawong meulayang, lam seketika

Manyèt panglima, jipuwoe rijang
Keudeh asahan, lam sementara
Lheuh nyan jigisa, laju pasukan
Ikot dalam prang, lage biasa

Panglima pidie, digantoe rijang
Le JAPU INTAN, pahlawan jawa
Yang katrep that-that, bersama sultan
Jak bantu meuprang, ngon sultan raja

Seumangat acheh, meutamah garang
Ngon kekuatan, meutamah teuga
Deungon that gigeh, acheh meunyerang
Dahsyat hana ban, seurangan teuka

Akhe buet johor, taloe dalam prang
Mandum pasukan, jiplueng that teuga
Teuma si ujut, teutap meulawan
Mantong meunyerang, meumacam cara

Armada acheh, meurapat rijang
Deungon kapai prang, si ujut raja
Langsong meulompat, di malem dagang
Dalam kapai prang, si ujut sigra

Di raja raden, pih na ikotan
Di japu intan, ikot seureuta
Si raja ujut, menghadap rijang
Ngon malem dagang, adu teunaga

Di raja ujut, ngon malem dagang
Keubai dibadan, ureung nyan dua
Langsong bertarong, adu kuatan
Man dua saban, sama that teuga

Kana lhee uroe, wate berjalan
Leumoh dibadan, si ujut raja
Raja si ujut, rubah meutimphan
Buet malem dagang, laju le sigra

Laju dirante, si ujut rijang
Keudeh bak sultan, laju le diba
Raja si ujut, ka keunong tahan
Hana le lawan, hana le daya

RAJA MALAKA, ka laen macam
Dineuk bebaskan, si ujut raja
Ka dipeusiap, mandum alat prang
Untuk menghadang, adu seunjata

'Oh ban troh lewat, armada sultan
Ditembak rijang, deungon seunjata
Langsong mendarat, laju pasukan
Ngon japu itan, siap siaga

Langsong ditupue, troh japu intan
Di ragap rijang, uleh malaka
Akhe jieh teuma, di japu intan
keunong tembakan, ajal troh teuka

Manyét di puplung, uleh pasukan
Langsong jiriwang, nibak armada
Di raja raden, ngon malem dagang
Siap pasukan, mendarat sigra

Menuju langsong, ikot dalam prang
Ngon pertempuran, lawan malaka
Mandum dikeupong, buet malem dagang
Deungon pasukan, gagah perkasa

Teuntra malaka, jisurot rijang
Jiplueng sep tajam, hana meuhoka
Acheh kuasai, benteng bertahan
Meupreh jiriwang, raja malaka

Lhee beuleun wate, sinan pasukan
Hana jiriwang, meusidroe teuntra
Pasukan aceh, beurangkat rijang
Deungon pasukan, mandum armada

Armada acheh, beuserta sultan
Nanggroe asahan, siat geugisa
Panglima pidie, yang gugur lam prang
Sinan kuburan, lam seumentara

Geupuwoe langsong, ka uleh sultan
U pidie rijang, geupiyoh teuma
Panglima pidie, yang gugur meuprang
Sinan kuburan, seulama-lama

Beurangkat teuma, laju lom sultan
Menuju rijang, u pulo ruja
Di kuala aceh, ka dipreh sultan
Meriah han ban, disambot raja

Langsong lah laju, di putroe pahang
Meupakat sultan, masok istana
Raja si ujut, laju ditahan
Lam keuadaan, meurante teuma

Sibeuleun wate, troh malem dagang
Menghadap rijang, ka deungon raja
Raja si ujut, meurante badan
Ka nibak sultan, peuhadap sigra

Teuma japakeh, geubi ngon saran
Meunyerah rijang, hai ujut raja
Raja si ujut, teutap bertahan
Walau dibadan, meurante baja

Akhe jieh raja, yang bi putusan
Si ujut rijang, dihukom sigra
Hukuman mati, raja jatuhkan
Keu raja keujam, yang meubahaya

Di malem dagang, melaksanakan
Peurintah sultan, iskandar muda
Tapi si ujut, keubai dibadan
Meuluka pih tan, deungon seunjata

Tapi si ujut, ka leumoh badan
Deungon pukulan, macam seunjata
akhe si ujut, dipeugah rijang
Bak malem dagang, ngon saboh cara

Kaye geureutoe, neumita rijang
Baro di badan, ulon nyoe luka
Langsong geumita, le malem dagang
Ngon sigoe hantam, nyawoeng binasa

Baro lah acheh, teunang pikiran
Rata kawasan, rakyat bahgia
Nanggroe acheh nyoe, makmu lah rijang
Bawah pimpinan, iskandar muda

Yang ka dibantu, le malem dagang
Deungon pasukan, gagah perkasa
Akhe jieh acheh, jadeh berkembang
Hana gangguan, mara bahaya

'Oh noe keuh kisah, dile lon karang
Ta sambong rijang, di laen rika
Meunyoe na salah, dalam keunarang
Ngon hate lapang, meu'ah lon pinta.

Devi Pratiwi, Duta Wisata Aceh 2014

Devi Pratiwi, Duta Wisata Aceh 2014

devi_wisata-wol

BANDA ACEH - Devi Pratiwi, gadis manis kelahiran Kota Sabang yang memenangkan lomba duta wisata Aceh 2014, merupakan seorang calon insiyur atau sarjana yang saat ini sedang menempuh studi di Fakultas Teknik Unsyiah Jurusan Pertambangan.

Ditemui di salah satu hotel di Banda Aceh beberapa waktu lalu, Devi, panggilan akrabnya terlihat rapi dan cantik dengan mengenakan baju terusan, jilbab biru, dan selempang bertuliskan Duta Wisata Aceh 2014.

Diawal perbincangan hangat saat itu, Devi dengan tangkas menuturkan soal tugas-tugasnya sebagai duta wisata. "Ini pertama kalinya saya ikut lomba, dan Allhamdulilah menang," katanya kepada Waspada Online.

Devi, putri pasangan M Ramli dan Mahyuni ini, lahir 18 tahun yang lalu merupakan anak tunggal yang hobi travelling atau jalan-jalan ke berbagai wilayah di Aceh dan Indonesia. "Saya senangnya jalan-jalan melihat keindahan kota-kota lain di Indonesia," tuturnya.

Sejak terpilih sebagai duta wisata 2014, tugas berat yang Devi harus lakoni adalah promosi berbagai wisata Aceh ke berbagai belahan nusantara dan dunia, dan hal tersebut membuatnya senang sebab menurutnya keindahan alam Aceh serta keanekaragaman budaya, seni, merupakan produk sejarah tinggi yang tidak sangat memiliki nilai jual.

Devi yang mengaku penggemar aktris Celine Dion ini, melihat saat ini masyarakat Aceh sudah mulai terbuka dalam hal kepariwisataan, dan melihat bahwa pariwisata adalah hal positif yang harus didukung sebagai bagian dari perekonomian daerah.

"Yah saya lihat masyarakat kita sudah mulai open mind, atau terbuka wawasan berpikirnya tentang pariwisata, dan hal ini sangat positif," tukasnya.

Penggemar masakan Plik U ini juga mengaku senang baca novel, dan nonton film ini, mengaku jika di Aceh tempat yang paling Ia sukai adalah Sabang dan juga Pucok Krueng di Aceh Besar.

"Soal makan saya paling suka Plik U, tapi jangan suruh saya memasaknya sudah pasti gak bisa," katanya berkelakar dengan tawa yang renyah.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=336212:devi-pratiwi-duta-wisata-aceh-2014&catid=13:aceh&Itemid=26

NARIT PHEU INTAT

NARIT PHEU INTAT

Geuhimpon le: H.M. Thamrin Z Bandum pujoe muwoe bak Tuhan Nyang peujeuet alam, langet ngon donya Lheuh nyan silaweuet keu Jonjongan Muhammad Saidil Ambiya Haba ngon Panton jinoe lon himpon Katreb padum thon lon kue bak ija Sayang bek mala bungong lam keubon Jinoe lon suson mangat neubaca Wahe syedara rakan lam gampong Assalamu’alaikom jinoe lon sapa Nyoe pat na ranub dua lhee on He teungku ampon coba ci rasa Tabeue ranub, bakong bak masen Bak lon hai cut lem hana sepeuena Hina bak donya, hana peukayan Hina bak Tuhan amalan hana Hina bak wareh, meuh - pirak lon tan Hina bak rakan buet jaroe hana Keumarang Aceh leubeh get alon Syae ngon panton geuboh lam rika Wahe e rakan nyoe pat seuneu on Bungong jaroe lon keu tanda mata Hana peue lon bri keu bungong jaroe Ringget lam peutoe bak kamoe hana Lon keumeung bri meuh ngon pirak Cit lhe bak cut nyak keutep rupia Geunantoe lon bri kreh meudulang Badoi lon pulang krong meuriti Badai tampok pucok keurawang Badai keunarang intan pudi Geunantoe lon bri peudeueng meutampok Rincong meupucok keu ayeum mata Gantoe ceurana ranub meususon Gantoe pawon taloe meuputa Gantoe lon bri ranub lam puan Gantoe lon pulang subang meucintra Adak meungna lon mat nanggroe Lon bri jinoe saboh kuala Lon bri kuala jeuet tacok hase Lon bri beude ngon taprang kuta Oh noe sikada narit nibak lon Keu wareh kawom syedara lingka Meunyoe na salah sikrak dua krak Meu ‘ah hai cut Nyak hana lon saja Kadang teusinggong watee lon linggang Kadang mubayang watee lon gisa Meunyoe na haba nyang kureung reumbang Lakee bak rakan meu’ah beuraya

HABA PEUINGAT

HABA PEUINGAT

Geuhimpon le: H.M. Thamrin Z.

Ija sutra tabloe ngon meuh
Beuneung aneuh geubloe ngon pade
Tajak beutroh takalon beudeuh
Bek rugoe meuh saket hate

Di ateuh rumoh nyak manyum tika
Pineung muda di dalam bate
Tapike dilee raya laba
Teulah teuma hana gunale

Bak ie raya bek tatheun ampeh
Bak ie tarek bek tatheun bubee
Bek tameurakan ngon sipaleh
Hareuta habeh geutanyoe malee

Tajak koh trieng tapageue laot
Tacok siatot tapageue kuta
Tajak dikheue ingat u likot
Marit lam seupot beujaga jaga

Tajak bak teupin bak teugoh teugoh
Bek roh meugantoh bak reuleueng bangka
Tamarit keu gop bak teugoh teugoh
Bek roh geuteuoh ayah ngon poma

Leupah that sayang bintang muble ble
Hana deueh le oh ujeun raya
Meunyoe got budoe dengon pie
Geusayang sabe le wareh lingka

Mangat mangat boh pisang abien
Bu leukat boh drien laen lom rasa
Watee kaya ingat keu gasien
Wate meusikin bek ro ie mata

Tajak u gle tajak koh kayee
Panyang koh lhee paneuek koh dua
Barang gapheu buet tapikee dilee
Meunyoe ka malee keupheu lom guna

Bak nyang beu’o uteun pi luah
Bak simalah dakwa sabena
Meunghan tapateh poma deungon ayah
Barat ngon Timu bumoe seurapa

Meunyoe na tajak nanggroe Meureudu
Beuna ta eu seuneubok lada
Beuna tagaseh keu poma ngon du
Bek na sigitu leupah haba

Bek hai aneuk tameu rukok
Teuka cabok tutong ija
Bek tamarit meurudok rudok
Bek talok lok pheu nyang hawa

Meunyoe na tajak nanggroe Makah
Bak bineuh Ka’bah talingka-lingka
Oroe ngon malam tapujoe Allah
Supaya pantah tamong syeuruga

Geulumbang laot raya sileupah
Riyeuek bicah di mieng kuala
Meunghan tapubuet pane paidah
Meungtan payah panena laba

Meuheut tajak keudeh u Sabang
Tajeumeurang lam laot raya
Wate marit tatimang-timang
Bek meukoh reupang putoh syedara

Meujan-jan saket meujan-jan mangat
Meujan-jan nekmat meujan-jan bala
Sabab dek nyan rakan taingat
Wasit nasihat bak ureueng tuha

Meunyoe na tajak naggroe Meulaboh
Tajak beutroh Kuala Tuha
Adak tameungui ban laku tuboh
Adak tapajoh ban laku atra

Krueng Baru ie meusiwoe
Jeumatan beusoe peuneuget Cina
Watee kheun keu gob taingat keudroe
Laba ngon rugoe beuna takira

Asai phon luka bak geutah mancang
Asai phon meuprang bak peudeuh teuga
Asai phon dakwa bak tunggee utang
Asai phon reunggang bak bagi laba

Tajak u laot ta tarek pukat
Sidroe bak lamat sidroe bak kaja
Tangui tapajoh beuhimat-himat
Beuna ta ingat singoh ngon lusa

Aneuk cicem gle jipo u laot
Dicok le ungkot aneuk tanggiroe
Bak buet nyang jahe bek taikot
Bak buet nyang karot bek tapeutoe

Tajak u pasi ta kawe ungkot
Taboh peurambot beuneueng meutaloe
Beucarong aneuk tapawang laot
Beujeut tagot dayong keumudoe

Tameututo bek leupah leupah
Peulara lidah yoh goh meusingklet
Nyoe ka teubiet narit lam babah
Meunyoe ka leupah han ek le talet

Jitop ngon duroe asoe jeuet taplah
Jitop ngon lidah leupah that saket
Bek tasak jaroe dalam peuneuerah
Jaroe patah meudarah kulet

Wahe syedara bek leupah peugah
Nyoe le beurakah kayem that sulet
Bek ta cot buleuen ngon reunong patah
Hana paedah tanyoe meupalet

Lam gle Seulawah na gajah teumbon
Ungkong meuayon chong kayee raya
Lake bak Allah Aceh Nanggroe lon
Beuteudong hukum ban kheun agama

Takzem keu guree teume ijazah
Takzem keu nang bah teume hareuta
Takzem keu Nabi teume syufaat
Takzem keu Hadharat teume syeuruga

Meunyoe tajak-jak Nanggroe Meulaboh
Beuna tapiyoh Kuala Woyla
Ngon rakan sabat bek tameu putoh
Walaupun jioh saboh keutika

Hana keukai dum geutanyoe
Lam donya nyoe he bentara
Mita beukai beulanja tawoe
Bek that laloe he syedara

Oh trok ajai habeh langkah
Tinggai meugah tinggai kaya
Tinggai mideun keurajeun luwah
Yoh nyan teulah putoh asa

Dikutip dari buku: Haba ngon Panton, PLSM, Jakarta 2007

Halal bi Halal Warga PLSM

Halal bi Halal Warga PLSM

halal bihalalWalaupun Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah sudah hampir dua bulan berlalu, namun semangat kekeluargaan dan niat untuk saling memaafkan satu sama yang lain tetap tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh warga Putra Lembah Sabil Manggeng (PLSM), pada acara halal bil halal dan silaturrahmi yang diadakan pada Minggu siang (14 September 2014) di Sekretariat PSLM, Jl. Kembang Sepatu, Senen, Jakarta Pusat.

Selain tausiah yang disampaikan oleh Tgk. H. Zainal Arifin Yurdani, SE.MM, yang juga Ketua Umum PLSM, dimeriahkan pula dengan pentas seni Tari Ranup Lam Puan, tari khas Aceh untuk menyamput tamu yang dipertunjukkan oleh gadis-gadis cantik pada acara pembukaan. Kamudian, diselingi dengan Rapai Geleng dari pemuda PLSM dan tari Ratep Meuseukat di penghujung acara.

Pada kesempatan itu, PLSM, organisasi sosial kemasyarakatan yang para anggotanya berasal dari Kecamatan Lembah Sabil dan Kecamatan Manggeng (Aceh Barat Daya) yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, juga memberikan hadiah berupa uang kepada para pelajar dan siswa berprestasi dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Hal ini sebagai salah satu bentuk apresiasi organisasi bagi generasi penerus dalam menempuh pendidikannya agar tetap tekun, giat dan tetap bersemangat.