Monthly : June 2015

Sepotong Kisah, Sekilas Renungan…

Sepotong Kisah, Sekilas Renungan…

Di suatu sudut Jakarta menjelang malam. Mentari baru saja kembali ke peraduannya di ufuk barat. Cahaya merah masih membentang di kaki langit. Suhu udara di awal musim kemarau ini masih terasa gerah. Hiruk pikuk lalu lintas kendaraan di jalan-jalan, seperti mengejar waktu. Sayup-sayup terdengar suara azan dari masjid di ujung sebuah jalan kecil di seberang jalan raya. Pertanda waktunya berbuka puasa.

Seorang ibu setengah baya mengendarai kendaraan di jalan raya yang padat. Ingin cepat-cepat pulang, dengan harapan dapat berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Namun tiba-tiba timbul rasa nyeri sehingga dia menepikan kendaraannya. Berhenti sejenak...

Sambil menunggu rasa nyeri berkurang, berusaha mengalihkan pikirannya...menyapu pandangan sekeliling. Tiba-tiba ada seorang anak lelaki yang mengetuk-ngetuk kaca mobilnya. Agak kaget, namun berusaha tetap tenang.

“Bu.., Ibu mau parkir? Mari saya bantuin untuk parkir, ya.” Terdengar suara dari celah kaca mobilnya.

“Belum sekarang, saya mau istirahat sebentar,” jawab si ibu.
“Kalau begitu, apa Ibu punya uang 2.000?” tanya anak itu lagi.

Karena merasa sedang tidak mau diganggu, si ibu buru-buru menyerahkan uang receh yang ada di laci mobinya. Dalam pikirannya, anak ini mungkin cuma mau minta-minta. Sebuah pemandangan yang lumrah dan sering dijumpai di jalan-jalan di ibukota Jakarta.

Tadinya ingin beranjak pergi, karena merasa sudah agak lega. Namun hatinya tergerak untuk mengamati anak yang minta uang tadi. Rupanya dia mendekati tukang gorengan di ujung jalan sana, lalu membeli gorengan dari uang yang didapatkan. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok tua yang duduk di bawah tiang listrik di pingir jalan.

Ketika anak itu melewati lagi di samping kendaraannya, si ibu membuka kaca dan memanggilnya. “Eh..., adik... ke sini. Bapak tua itu siapa ?” tanya ibu penasaran.

“Gak tau, bu.Saya juga baru saja ketemu,” jawabnya polos.
“Lho...,tadi kamu minta uang ke saya lalu membeli gorengan. Kenapa dikasih ke bapak itu?”

“Oh... Saya tadi duduk di situ, ngobrol sama Bapak itu. Katanya puasa … Tadi saya lihat Bapak itu, hanya ada air putih untuk berbuka. Katanya uangnya habis,” anak itu menjelaskan.

“Kasihan...,”kata anak itu melanjutkan. “Saya mau beli sesuatu, tapi di kantong saya hanya ada 1.000. Hari ini saya nggak jualan koran...Tanggal merah bu... Jadi ngak punya uang. Dengan 1.000, paling dapat gorengan sepotong. Makanya saya minta ibu Rp 2.000, biar dapat 3 potong”, ungkapnya. Apa sekarang Ibu mau parkir? Saya bantuin parkir, ya bu, Ibu kan udah bayar tadi. Sebenarnya saya bukan tukang parkir,” katanya tertawa kecil sambil menggaruk-garuk pipinya.

Ibu itu terdiam.... Dari tadi terpikir, anak ini pengemis seperti anak-anak yang biasa mangkal di jalan. Ternyata dugaannya salah besar. “Terus, uang kamu habis dong?” tanya si ibu.

“Iya bu. Nggak apa-apa”, katanya polos. “Besok bisa jualan koran, Insya Allah dapat rezeki lagi,” ujarnya penuh harap.

“Kalau begitu, Ibu ganti yaa...uangnya, sekalian buat jajan," kata si ibu sambil meraih dompetnya.

“Nggak usah, Bu,jangan-jangan. Sebetulnya, Ibu saya melarang saya meminta-minta. Makanya tadi saya tawarin Ibu parkirin mobil. Soalnya..., saya kasihan sama bapak tua itu. Cuma saya benar-benar nggak punya uang,” cerocosnya lagi.

“Eh..., Ibu minta maaf yaa..., tadi ibu salah duga, karena mengira adik ini tukang minta-minta,” kata si ibu, merasa bersalah.

“Saya yang minta maaf, Bu. Saya yang minta uang duluan sama Ibu.. Padahal saya belum kerja.”

"Sama-samalah. Ini ambil uangnya. Ini kamu nggak minta, tapi Ibu yang berikan," kata si ibu.

"Nggak, Bu... Makasih. Ibu mau parkir sekarang?” tanya anak itu lagi.

“Nggak dik, Ibu nggak usah dibantu parkir," jawab si ibu.
“Beneran, ya, Bu? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu bu. Takut dia nangis kalau kelamaan, karena telat menjemputnya."

“Ya... sudah, sana jemput adiknya,” kata si ibu tersenyum.
“Makasih yaa, Bu,” katanya. Meninggalkan si ibu, masih di tempat.

Setelah anak itu pergi, si ibu menoleh ke tiang listrik di mana Bapak tua tadi duduk. Rupanya sudah pergi, mungkin pulang ke rumahnya. Akhirnya, si ibu starter kendaraan lalu melanjutkan perjalanan. Dari kaca spion mobil, sambil berjalan perlahan melihat anak itu berjalan setengah berlari...

-----

Sepotong kisah yang diceritakan oleh seorang teman dan diadopsi lagi untuk dipublikasi di media on line ini.

Realitas kehidupan.... Betapa banyak orang di sekeliling kita yang kurang beruntung, tapi masih memikirkan untuk sesama...

Sekilas renungan..., mungkin dapat menggugah kepekaan dan kepedulian kita. Bersedekah, tidak harus menunggu banyak uang! Ada ungkapan bahwa untuk mengisi pulsa hand phone, 10 ribu belum cukup, tapi untuk BERSEDEKAH, mengisi KOTAK AMAL 10 ribu terasa terlalu banyak...

Jika ibadah puasa mempunyai peran utama hablumminallah dan hablumminas, yaitu hubungan dengan Allah SWT, dengan melaksanakan kewajiban puasa untuk mencapai derajad taqwa dan hubungan sesama manusia. Lalu bagaimana dampak pelaksanaan ibadah puasa dapat memicu semangat dan meningkatkan kepedulian sosial. Adakah perhatian dan rasa empati kita terhadap masyarakat, saudara-saudara kita yang kehidupan mereka serba kekurangan, dalam lingkaran kemiskinan...?

Wallahu a'lam

Untuk menutup kisah di atas, selama bulan puasa Ramadhan ini mungkin ada baiknya kita senantiasa berdoa seperti terjemahan dari Hadits Riwayat Muslim berikut ini:

"Wahai Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku, yang menjadi Pemelihara bagi urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang kepadanyalah tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupanku menjadi tambahan bagiku terhadap segala kebajikan dan jadikanlah kematian waktu beristirahat dari segala kejahatan". (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

KEUTAMAAN PUASA DAN BULAN RAMADHAN

KEUTAMAAN PUASA DAN BULAN RAMADHAN

Oleh Muzakkir Bayeun

Keutamaan Orang Berpuasa
Adapun keutamaan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan yang menjalankan bulan puasa dengan ikhlas dan menjaga dari segala sesuatu yang membatalkan dan mengurangi nilai-nilai puasa dari perbuatan yang dilarang Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dalam Hadist Qudsi:

Diriwayatkan dari Abu Huraira r.a. dia berkata: ”Rasulullah SAW pernah bersabda, Allah ‘Azza Wajalla telah berfirman, ”setiap amal manusia adalah baginya (bagi manusia sendiri) kecuali puasa, karena puasa sesungguhnya puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang membalasnya. Puasa adalah prisai (dari api neraka) apabila seseorang berpuasa, maka janganlah berkata keji, janganlah bersetubuh, dan janganlah menghina. Jika ia dicaci dan diajak bertengkar (dimusuhi), hendaklah ia berkata saya adalah orang yang berpuasa. Demi Allah yang menguasai diri Muhammad! Sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu di sisi Allah kelak pada hari Kiamat lebih harum daripada bau minyak wangi (kesturi). Orang yang berpuasa mendapat 2 kesenangan: ketika berbuka dia merasa senang, dan ketika bertemu Rabbinya dia merasa senang, karena pahala puasanya" (H.R.Bukhari dan Muslim)

Penjelasan hadits di atas dapat kita ambil beberapa penjelasan sebagai berikut:
a. Pencegahan diri kita dari api neraka, yaitu apabila kita berpuasa insya Allah kita dapat terhindar dari api neraka.

b. Tidak berkata keji, karena orang yang berpuasa dilarang berkata keji yang akibatnya mengurangi nilai-nilai puasa bahkan bisa jadi tidak mendapat pahala puasanya, kecuali hanya haus dan lapar saja.

c. Tidak bersetubuh di sianghari, karena membatalkan puasa dan bila melakukan tersebut maka ia akan berdosa dan negaranya berpuasa berturut-turut 2 bulan dan jika tidak mampu, memberikan makan 1 orang miskin selama 1 bulan penuh makan sahur dan berbuka.

d. Jangan menghina, karena menghina orang lain adalah dilarang dalam Islam dan akan merusak amal puasa kita dan hinaan itu dikembalikan oleh Allah SWT kepada orang yang menghina itu sebagai balasan dosa pada diri kita sendiri (senjata makan tuan).

e. Janganlah mencaci dan bertengkar, karena orang yang mencaci maki dan bertengkar akan menghapuskan pahala seseorang.

f. Bau mulut orang berpuasa di sisi Allah ‘Azza Wajalla kelak pada hari kiamat lebih harum dari pada minyak wangi (kesturi).

g. Mendapat kesenangan ketika berbuka puasa dan ketika bertemu Rabbinya dalam sholat karena pahala puasanya.

Keutamaan Bulan Ramadhan
Adapun keutamaan bulan Ramadhan Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadist:
Diriwayatkan dari Abu Huraira bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan diikat, dibelenggu (H.R. Muslim).”

Penjelasan hadist tersebut di atas dapt diambil keutamaannya sebagai berikut:
1. Pintu-pintu Surga dibuka, maknanya orang berpuasa akan mendapat rahmat Allah dan pahala yang berlipat ganda.

2. Pintu-pintu Neraka di tutup, maknanya orang yang berpuasa akan mendapat ampunan Allah dan terbebaskan dari api neraka.

3. Dan setan-setan diikat, maknanya manusia akan terhindar dari godaan setan.

Dengan demikian kita sebagai orang-orang beriman hendaklah menjaga nilai-nilai keutamaan puasa semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat, Barokah, ampunanNya dan kebebasan diri kita dari api neraka, maka Allah SWT meridhai amalan ibadah sholat dan puasa kita di bulan Ramadhan ini dengan nilai yang terbaik di sisi Allah SWT.

Uroe Kiamat

Uroe Kiamat

Beutapeh nyang goh teuka neu peuhaba
Miseue mawot nyang saket that tapeurasa
Nyang keuh uroe keusudahan haro-hara
Langet meuguncang bumoe meulinggang meu hubo-hubo

Suroh Tuhan Israfil yup sangkakala
Habeh mate bandum sare safan safa
Habeh mate bandum sare malenkan Tuhan
Langet ngon bumoe kon le meunoe ka neu simpan

Yub keudua sangkakala le Israfil
Meunyoe nyawong bandum u bak tuboh
Habeh timoh bandum tuboh ka teuduek duek
Pakaian tan badan teulon bak bineh uruek

Teuma geutimang dumna amai lam neuraca
Phui ngon geuhon leumah sinan bandum nyata

Lheuh nyan tajak ateuh titi Siratul Mustakim
Panyang titi saboh riwayat lhee ribee thon jak
Taek tajok ateuh puncak dengon tatron
Titi haloh na ban peudeueng
Sidumnan haloh sidom putoh adak meulinteueng

Nyang seulamat ateuh titi jeumeurang pi troh
Boh bineh Krueng indah sangat sinan piyoh
Nyang jak ateuh titi na ban babad
Karonya Allah ladum pantaih na ban kilat

(dari "Haba ngon Panton" nyang geuhimpon le H.M.Thamrin Z.Jakarta, 2007)

ACARA BUKA PUASA DAN SHOLAT TARAWIH BERSAMA

ACARA BUKA PUASA DAN SHOLAT TARAWIH BERSAMA

Dalam rangka menyambut dan melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan 1436 H/2015 M, guna mempererat tali silaturrahim di antara para anggota, Pengurus Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (SWADAYA) mengadakan acara buka Puasa dan sholat tarawih bersama di Jakarta dan sekitanya.

Sesuai dengan Rapat Pengurus SWADAYA pada awal Juni 2015 yang lalu, acara buka Puasa dan shalat tarawih bersama tersebut difasilitasi oleh Pengurus SWADAYA yang pelaksanaannya dikoordinir oleh organisasi-organisasi Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Aceh Barat Daya. Adapun jadwal dan tempat kegiatan acara buka Puasa dan sholat tarawih bersama yang ditetapkan oleh organisasi Kecamatan adalah sebagai berikut:

- Solidaritas Warga Kuala Batee – Babahrot Aceh (SWAKABA) pada hari Minggu, 21 Juni 2015, bertempat di kediaman Bapak Dr. Nurdin, Msi, Kompleks Kav. Pesona Kali Sari, Jl. Pesona VI No. 165, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

- Ikatan Masyarakat Blangpidie Aceh Barat Daya (IMABDYA), pada hari Sabtu, 27 Juni 2015, bertempat di kediaman Bapak H. Rafli Haris, Jl. Prejaten Barat No.30 B, Jakarta Selatan.

- Ikatan Masyarakat Susoh (IMS), pada hari Minggu, 28 Juni 2015, bertempat di Masjid Darul Munawar, kompleks Ruko, kediaman Bapak H. Achmad Nasir, DA. Jl. Kali Malang No.1, Jakasampurna, Bekasi.

- Putra Lembah Sabil Manggeng (PLSM), pada hari Minggu, 5 Juli 2015, bertempat di kediaman Saudara Dasturiadi, Kompleks Perumahan Imperial Gading Pelindo II Blok C-1 No.11, Sukapura, Jakarta Utara. (masuk dari Kompleks Bea dan Cukai Sukapura)

- Ketua Dewan Pembina SWADAYA, Bapak H.Zainuddin Daud, pada hari Sabtu, 11 Juli 2015, bertempat di Perkantoran Mitra Matraman Blok C-15, Jl. Matraman Raya No.148, Jakarta Timur.

Diharapkan kepada Pengurus lengkap SWADAYA, Pengurus SWAKABA, Pengurus IMABDYA, Pengurus IMS, Pengurus PLSM dan keluarga besar SWADAYA dapat menghadiri acara tersebut.

Searah jarum jam: Dr. Nurdin selaku tuan rumah memberikan sambutan. Dilanjutkan dengan pengarahan Ketua Dewan Pembina SWADAYA, H. Zainuddin Daud. Ibu-ibu para anggota dan Ketua Umum SWADAYA, H.M. Yasin Ibrahim memberikan kata sambutan pada acara buka puasa bersama.

Searah jarum jam: Dr. Nurdin selaku tuan rumah memberikan sambutan. Dilanjutkan dengan pengarahan Ketua Dewan Pembina SWADAYA, H. Zainuddin Daud. Ibu-ibu para anggota dan Ketua Umum SWADAYA, H.M. Yasin Ibrahim memberikan kata sambutan pada acara buka puasa bersama SWAKABA.