Sejarah Organisasi Swadaya

Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (SWADAYA) adalah organisasi sosial kemasyarakatan bagi anggota masyarakat yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.

Secara historis, lahirnya organisasi SWADAYA, tidak terlepas dari terbentuknya Kabupaten Aceh Barat Daya pada 10 April 2002, hasil pemekaran dari Kabupaten induk Aceh Selatan. Sebuah penantian panjang yang telah banyak menguras tenaga, pikiran dan finansial yang telah dirintis dan diperjuangkan sejak tahun 1970an oleh para tokoh masyarakat, baik yang aktif di pemerintahan, pihak swasta serta para pemuda yang menaruh perhatian bagi perkembangan dan kemajuan Aceh Barat Daya.

Sebagai daerah otomom yang definitif, Kabupaten Aceh Barat Daya yang sering disingkat dengan Abdya itu terwujud dengan disahkan Undang-Undang No.4 Tahun 2002. Pada awal terbentuknya Kabupaten dengan ibukota Blangpidie itu hanya terdiri dari 6 Kecamatan, yaitu: Kecamatan Babahrot, Kecamatan Kuala Batee, Kecamatan Susoh, Kecamatan Blangpidie, Kecamatan Tangan-Tangan dan Kecamatan Manggeng. Dalam perkembangannya, kini telah berkembang menjadi 9 Kecamatan, yaitu tambahan: Kecamatan Lembah Sabil (pemekaran dari Kecamatan Manggeng), Kecamatan Setia dan Kecamatan Jeumpa (pemekaran dari kecamatan Blangpidie)

Berkaitan dengan Panitia Pembentukan Aceh Barat Daya perwakilan Jakarta, dari berbagai pertemuan dan diskusi ditetapkan pula Tim Pengkajian/Perumus yang mematangkan ide dan gagasan untuk membentuk organisasi kekeluargaan masyarakat Aceh Barat Daya di DKI Jakarta dan sekitarnya. Tim Pengkajian/Perumus menyusun rancangan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dengan nama organisasi yang diusulkan yaitu: Ikatan Masyarakat Aceh Barat Daya (IMABA). Dalam perkembangannya ketika membahas AD dan ART IMABA itu, akhirnya nama organisasi diubah menjadi Solidaritas Warga Aceh Barat Daya disingkat dengan nama SWADAYA.

Memanfaatkan momen pembubaran Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya perwakilan Jakarta itu pula, pada Sabtu, 27 Juli 2002 dideklarasikan Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (SWADAYA), organisasi sosial kemasyarakatan bagi warga yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya.

Pada Musyawarah Besar (Mubes) pertama yang diadakan pada 22 September 2002 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, dihadiri oleh 100 peserta, baik yang mewakili Kecamatan yang sudah memiliki organisasi tingkat kecamatan maupun yang belum ada organisasinya. Hasil Mubes antara lain menetapkan: Tata Tertib Musyawarah, Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Garis-Garis Besar Haluan Organisasi, Program Kerja dan Pengurus SWADAYA.

Adapun Susunan Pengurus SWADAYA periode 2002 – 2004 adalah:
Ketua Umum: H. Zainuddin Daud
Ketua: H. Achmad Nasir DA
Ketua: Nirwan Daud, SE.
Ketua: Drs. H. Maimun Habsyah Husein
Ketua: Ny. Nurlis Firdaus

Sekretaris Umum: H. M. Ramli
Sekretaris: H. Usman Haes
Sekretaris: H. Zainal Arifin Yurdani

Bendahara Umum: H. M. Yasin Ibrahim
Bendahara: H.N. G. Yani Paripurna
Bendaraha: Ny. Sulastri Aziz

Dalam Musyawarah Besar (Mubes) kedua 23 April 2005 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, ditetapkan susunan Pengurus Lengkap SWADAYA periode 2005 – 2009, yaitu:

DEWAN KEHORMATAN
– Bupati Aceh Barat Daya
– Ketua DPRD Kabupaten Aceh Barat Daya
– H. Mudji Budiman
– Drs. H. Said M. Idroes
– Prof. Dr. H.M. Hakim Nyak Pha, SH.DEA.
– Drs. Mochtar Djalal
– H. Datuk N.G. Razali
– DR. H. Risman Musa
– Fakry Ali
– Ferry Mursyidan Baldan

DEWAN PENASEHAT
Ketua: Drs. H. T. Muhidtuddin
Wakil Ketua: Nirwan Daud, SE
Anggota: Drs. Tadjudin Nyakman, Siradjudin Diwa, H. Idris Noor, SH., H. Zuhri Husin, H. Murni Aziz, H. Abduhu Ahmad

MAJELIS PERTIMBANGAN
Ketua: H. M. Ramli
Wakil Ketua: Firdaus Syafie
Sekretaris: Bustami B.Sc.
Anggota: Drs. T. Salahuddin, SE., Drs. H. Fachry Syam, H. Djawahir Hamzah, Bachtiar Sardi, H. Umar Ben Hasyem.

PENGURUS HARIAN
Ketua Umum: H. Zainuddin Daud
Wakil Ketua Umum: H. Achmad Nasir DA
Ketua: Drs. H. Maimun Habsyah Husein
Ketua: Ir. M. Fakhruddin
Ketua: H.Usman Haes
Ketua: Ny. Hj. Siti Rusiah Ramly

Sekretaris Umum: H. M. Yasin Ibrahim
Sekretaris: Muzhar Hafas
Sekretaris: Mirza Ramly

Bendahara Umum: H.Zainal Arifin Yurdani
Bendahara: Ny. Rosmani Yusuf
Bendaraha: Nurdin S.Sos, M.Sc.

(bersambung…)