Hasil Tambang: Giok Aceh Diminati

No comment 252 views
banner 160x600
banner 468x60

Batu-giok-crp

BANDA ACEH, KOMPAS — Pasca memenangi ajang Indonesian Gemstone Competition and Exhibition 2013 dan 2014 di Jakarta, hasil bumi Aceh berupa batu giok semakin diminati oleh masyarakat domestik dan mancanegara. Hal itu pun turut memicu penambangan batu giok di sejumlah tempat di Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tengah.

Berdasarkan pantauan Kompas di Aceh Barat dan Nagan Raya, Rabu (24/9), banyak terdapat pengumpul, pedagang, dan pengasah batu giok. Batu-batu giok itu dijual dalam sejumlah ukuran, dari seukuran kelereng hingga sebesar batu bata.

Pengumpul batu giok di Desa Kulam Jerneh, Kecamatan Betung, Nagan Raya, Buckhari (42), mengatakan, batu itu ditemukan dan diambil di Aceh sejak sepuluh tahun lalu. Namun, saat itu batu belum terlalu diminati karena harganya masih rendah, yakni sekitar Rp 100.000 per kilogram.

Giok Aceh mulai mendapatkan perhatian luas ketika juara dalam ajang Indonesian Gemstone Competition and Exhibition 2013 dan 2014 di Jakarta. Seiring dengan itu, harga batu giok Aceh menjadi tinggi, Rp 300.000-Rp 1,5 juta per kilogram.

Buckhari mengatakan, kondisi itu mendorong warga berpindah mata pencaharian dari buruh atau pedagang menjadi pencari, pengolah, dan penjual batu giok. Warga datang ke gunung dan sungai untuk mencari batu giok.

Perajin di Banda Aceh, Hendro Saky (34), mengatakan, giok Aceh yang diminati adalah jenis giok idocrase lumut, giok idocrase biosolar, dan giok idocrase solar.

Kepala Jurusan Geologi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Gartika Setia Nugraha, mengutarakan, giok Aceh sebagian besar jenis nephrite dan sebagian kecil jenis jadeite.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Safwan, menyampaikan, pemerintah daerah menerapkan aturan batasan pengambilan batu giok dan dilarang menggunakan alat berat. (DRI)

http://print.kompas.com/KOMPAS
Jumat, 26 September 2014

Email Autoresponder swadaya
No Response

Leave a reply "Hasil Tambang: Giok Aceh Diminati"