Jalur Trans-Sumatera: Tahun Ini Jalur Kereta Lampung-Aceh Dimulai

banner 160x600
banner 468x60

Ignasius jonan

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menargetkan proyek jalur kereta api Trans-Sumatera Railways dimulai tahun ini. Jalur kereta api Sumatera Railways itu menurut rencana membentang dari Lampung hingga Aceh.

”Total panjang jalur kereta api itu sekitar 1.400 kilometer dan dibangun dalam double track (jalur ganda). Pengerjaannya pasti periodik. Kami belum tahu kapan bisa selesai. Namun, kami berharap bisa dirampungkan secepatnya,” ujar Jonan saat melakukan kunjungan ke Stasiun Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat (23/1).

Jonan yakin tak akan ada hambatan dalam pengerjaan proyek tersebut selain pengadaan lahan. Namun, ia belum bisa merinci total investasi yang akan disediakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk megaproyek itu.

Hal tersebut belum bisa dipastikan karena Kementerian Perhubungan belum menghitung biaya pembebasan lahan. Namun, yang jelas, tegas Jonan, proyek pembangunan transportasi massal tersebut akan dilakukan secara mandiri tanpa bantuan pihak asing.

Sementara itu, Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Subdivisi Regional 3.2 Tanjungkarang Heru Kuswanto mengatakan, pihaknya siap mendukung proyek nasional tersebut. Ia menyatakan tidak ada masalah mengenai pembebasan lahan untuk jalur Lampung-Kertapati, Sumatera Selatan.

”Untuk sektor Lampung-Kertapati tidak ada masalah karena PT Kereta Api Indonesia sudah memiliki lahan untuk jalur kereta api. Pembangunan jalur ganda juga tidak akan menjadi masalah karena berdiri di atas lahan milik PT KAI,” ujarnya.

Adapun proyek jalur ganda Lampung-Kertapati sepanjang lebih kurang 400 kilometer hingga saat ini baru selesai 10 persen. PT KAI Subdivisi Regional 3.2 baru merampungkan 95 kilometer yang menyambungkan jalur dari Stasiun Giham hingga Stasiun Cempaka, Sumatera Selatan.

”Kami menargetkan pembangunan jalur ganda Lampung-Kertapati sepanjang lebih kurang 400 kilometer tersebut selesai pada akhir 2018. Tidak ada hambatan untuk jalur ganda Lampung-Kertapati karena dibangun di atas tanah PT KAI,” tutur Heru.

Kunjungan Menteri Perhubungan ke PT KAI Subdivisi Regional 3.2 sempat mendapat ancaman dari masyarakat yang menolak penggusuran bangunan di Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung. Masyarakat yang sejak pagi menunggu kedatangan Jonan sempat mengepung kantor PT KAI Lampung dengan bambu runcing.

Menanggapi hal itu, Heru mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan penggusuran pada 28 Januari sesuai dengan surat peringatan yang telah diberikan kepada warga Sawah Brebes. ”Kami tetap berpegang pada keputusan pengadilan yang menyatakan tanah yang diduduki warga itu milik PT KAI. Tidak ada alasan penundaan eksekusi karena kami telah memberikan surat peringatan sejak lama,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Sawah Brebes Robert Gultom mengatakan, pihaknya akan terus berjuang terkait upaya pengosongan lahan.

”Kami sudah tinggal di daerah ini sudah lama, bahkan sudah tiga generasi. Mengapa baru sekarang PT KAI tiba-tiba mengambil tempat kami dilahirkan dan dibesarkan? Kami akan melawan PT KAI sampai ada kejelasan hukum,” katanya. (GER)

http://print.kompas.com/KOMPAS

Email Autoresponder swadaya
No Response

Leave a reply "Jalur Trans-Sumatera: Tahun Ini Jalur Kereta Lampung-Aceh Dimulai"