Tidak Ada Diskriminasi dalam Organisasi TIM

banner 160x600
banner 468x60

“Tidak ada diskriminasi bagi warga Aceh yang terhimpun dalam organisasi Tiaman Iskandar Muda”, demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Taman Iskandar Muda (TIM), Kaharuddinsyah, dalam sambutannya pada acara Halal bil Halal dan silaturrahmi Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (SWADAYA) yang berlangsung di Griya Ardhiya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu siang, 30 Agustus 2014 yang lalu.

Kaharuddinsyah mengakui bahwa belakangan ini ada kesan bahwa seolah-olah TIM hanya memperhatikan warga yang berasal dari daerah tertentu di Provinsi Aceh. Hal ini disebabkan karena kurangnya komunikasi dan sosialisasi dari TIM kepada organisasi-organisasi lokal dan masyarakat dari kabupaten/kota dalam lingkup provinsi Aceh.

Dikatakan, selama ini organisasi-organisasi Kabupaten cukup berperan dalam mengembangkan dan memajukan masyarakat, termasuk organisasi Taman Iskandar Muda, yang didirikan sejak 1950 yang lalu sebagai wadah bagi warga masyarakat Aceh yang ada di Jakarta dan sekitarnya. “TIM memiliki 2 pilar penyangga, yaitu organisasi lokal seperti SWADAYA dan organisasi sektoral. Dari 23 Kabupaten/kota Provinsi Aceh, sudah ada 12 organisasi Kabupaten yang tergabung dalam Taman Iskandar Muda”, katanya.

Untuk meyakinkan anggota masyarakat yang hadir pada acara tersebut, Kaharuddinsyah mengutip Anggaran Dasar TIM, BAB VI, Pasal 12 sampai dengan Pasal 14 yang mencantumkan bahwa Taman Iskandar Muda memiliki 2 (dua) pilar organisasi pendukung, yang terdiri dari organisasi-organisasi lokal dan organisasi-organisasi sektoral. Organisasi Lokal adalah organisasi masyarakat Aceh di Jakarta dan sekitarnya yang bersifat kekeluargaan, berdasarkan kesamaan wilayah asalnya di Nanggroe Aceh Darussalam dari setiap Kabupaten/Kota, yang diakui, dan mendaftarkan dirinya kepada Taman Iskandar Muda. Sedangkan Organisasi Sektoral adalah organisasi yang dibentuk oleh keluarga besar masyarakat Aceh di Jakarta dan sekitarnya berdasarkan kesamaan aspirasi, profesi, dan misi, yang diakui dan mendaftarkan dirinya kepada Taman Iskandar Muda.

Karena itu, ke depan dibutuhkan pemikiran dari warga Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya untuk mengembangkan organisasi TIM. Tidak perlu ada keraguan bagi organisasi-organisasi Kabupaten/Kota untuk bergabung dengan TIM, agar sama-sama dapat memajukan organisasi dan warganya.

Email Autoresponder swadaya
No Response

Leave a reply "Tidak Ada Diskriminasi dalam Organisasi TIM"